Berbicara Didepan Publik

Pdf ini menjelaskan tentang beberapa hal yang dilakukan sebelum kita berbicara didepan publik. hal tersebut diantaranya bagaimana memilih topik yang tepat, menentukan tujuan, mempertajam topik, menganalisis publik, bagaimana kalimat yang baik saat berkomunikasi/presentasi, bagaimana mengorganisasikan materi, sarana hingga bagaimana membuat kesimpulan.

Berbicara di depan publik [Compatibility Mode]

Sumber Belajar

Sumber Belajar
Oleh : Yetti Wira Citerawati SY

A. Definisi Sumber Belajar
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

Sumber belajar dalam website bced didefinisikan sebagai berikut: “Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru”.  (http://www.bced.gov.bc.ca/irp/ appskill /asleares.htm January 28, 1999).

Senada dengan definisi di atas, sumber belajar dapat didefinisikan sebagai Segala sesuatu yg ada disekitar lingkungan kegiatan belajar  yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan manampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar.

B. Fungsi Sumber Belajar
Sumber belajar memiliki fungsi :

  1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu pengajar untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban pengajar dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
  2. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara: (a) mengurangi kontrol pengajar yang kaku dan tradisional; dan (b) memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
  3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
  4. Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar; (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
  5. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit; (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
  6.  Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.

Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran peserta didik.

C. Jenis Sumber Belajar
Secara garis besar terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:

  1. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
  2. Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk:

  • Pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya;
  • Orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya;
  • Bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya;
  • Alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya;
  • Pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya; dan
  • Lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko,  museum, kantor dan sebagainya.

D. Kriteria Memilih Sumber Belajar
Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:

  1. Ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal;
  2. Praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka;
  3. Mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita;
  4. Fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan;
  5. Sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat     membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.

E. Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar.

Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari :
(1) lingkungan sosial dan
(2) lingkungan fisik (alam)

Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam.
Pemanfaatan lingkungan dapat ditempuh dengan cara melakukan kegiatan dengan membawa peserta didik ke lingkungan, seperti survey, karyawisata, berkemah, praktek lapangan dan sebagainya. Bahkan belakangan ini berkembang kegiatan pembelajaran dengan apa yang disebut out-bond, yang pada dasarnya merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan alam terbuka.
Di samping itu pemanfaatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara membawa lingkungan ke dalam kelas, seperti : menghadirkan nara sumber untuk menyampaikan materi di dalam kelas. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berjalan efektif, maka perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjutnya.

F. Prosedur Merancang Sumber Belajar
Prosedur merancang sumber belajar meliputi urutan sebagai berikut:

1.    Mempelajari kurikulum
2.    Menetapkan kompetensi peserta didik yang hendak dicapai
3.    Memilih dan menentukan materi yang akan disajikan
4.    Memilih dan menentukan jenis dan sumber belajar
5.    Mengembangkan sumber belajar
6.    Mengevaluasi sumber belajar

G. Bagaimana mengoptimalkan sumber belajar?

Dalam mengembangkan sumber belajar tidaklah mesti harus mahal dan sulit untuk mendapatkannya. Dengan kreatifitas yang tinggi dari seorang pengajar maka seorang pengajar dapat menyediakan sumber belajar yang sederhana, simpel,fleksibel dan murah. Diera sekarang ini pemilihan sumber belajar semakin kompleks karena semakin berkembangnya sistem teknologi komunikasi dan informasi. Dengan memanfaatkan internet maka bahan-bahan pengajaran semakin mudah didapatkan dan semakin mudah untuk merancang media pengajaran yang menarik bagi peserta didik sehingga diharapkan tujuan pengajaran akan semakin cepat tercapai.

H. Pustaka
Adaptasi dari : Depdiknas. 2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar. Jakarta.
Akhmad Sudrajat. 2008. Konsep Sumber Belajar. Online (
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/15/sumber-belajar-untuk-mengefektifkan-pembelajaran-siswa/.Diakses tanggal 1 September 2009)