LANGKAH PAGT KOMUNITAS

By Yetti Wira Citerawati SY

Dalam PAGT di komunitas maka langkah pertama yang dilakukan yaitu asesmen gizi yang diistilahkan dengan langkah analisis situasi, dimana didalam analisis situasi hal-hal yang dilakukan meliputi asesmen data dan partisipasi analisis yang selanjutnya dari data tersebut akan dilakukan analisa data. Langkah kedua diagnosis gizi diistilahkan dengan analisis penyebab. Analisis penyebab adalah penentuan masalah yang didapatkan dari analisis situasi dimana nantinya masalah yang diperoleh akan dituangkan dalam bentuk pohon masalah (problem tree).

Sebelum seorang dietesien masuk dalam langkah ketiga, maka langkah yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan alternatif analisis. Alternatif analisis diistilahkan juga sebagai analisis objektif (analisis tujuan). Alternatif analisis adalah suatu tahap untuk mengidentifikasi tujuan dimana identifikasi tujuan ini berdasarkan skala prioritas terkait tujuan bukan berdasarkan prioritas masalah karena jika berdasarkan masalah maka masalah yang ditemukan pastilah semuanya penting dan layak untuk diatasi. Jika langkah alternatif analisis sudah dilakukan maka barulah masuk ke tahap intervensi gizi. Hal yang harus diingat adalah intervensi gizi haruslah berbasis pada penyebab masalah. Dalam intervensi gizi dibuat suatu strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya langkah ke empat adalah monitoring evaluasi gizi. Monitoring evaluasi dalam PAGT komunitas berupa output matriks perencanaan program gizi. Lebih Lanjut –>  Download here–> Langkah _NCP Komunitas

PAGT Komunitas

By Adingpintar

NCP/PAGT komunitas merupakan suatu cara terstruktur atau suatu metoda pemecahan masalah yang sistematis yang dimulai dengan pengumpulan data komunitas dan analisa data, apa jenis diagnosa gizi/masalah gizi yang penting untuk diatasi, apa jenis intervensi yang akan dilakukan dan bagaimana memonitor/memantau dan evaluasi hasilnya.

Penerapan PAGT Komunitas, diantaranya :

  • Penerapan PAGT komunitas terutama sebagai panduan dalam pelaksanaan suatu program.
  • Perencanaan suatu program untuk menangani masalah gizi yang berorientasi pada tujuan.
  • Penentuan program, strategi dan kegiatan dalam menangani masalah gizi yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Lanjut…..Download Here–> konsep NCP Komunitas

GIZI SEIMBANG UNTUK JEMAAH HAJI

Makan merupakan kebutuhan biologis setiap orang dan makan merupakan ibadah jika tidak berlebihan. Dalam surah Al-Baqarah ayat 168 yang artinya “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Dalam ayat tersebut menganjurkan kepada kita bahwa “Makanlah makanan yang halal dan baik”. Selain makanan yang kita makan harus halal maka jika ingin makan menjadi bernilai ibadah maka makanlah dengan cara makan yang baik dan benar.

Makan makanan yang baik artinya makanan yang kita makan haruslah aman, tidak menimbulkan hal-hal yang berbahaya untuk kita. Selanjutnya makanan yang kita makan haruslah mengandung makanan yang bergizi. Dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, beragam, berimbang dan aman maka segala seluruh aktivitas dan kegiatan dapat kita lakukan dengan lancar.

Salah satu kegiatan yang membutuhkan pengaturan makan adalah saat melakukan ibadah haji. Dengan pengaturan makan yang baik maka diharapkan para jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan fit dan lancar. Lebih lengkapnya Download disini –> gizi-seimbang-jamaah-haji

Diet untuk Penderita Alergi

Alergi atau hipersensitivitas terhadap makanan adalah suatu reaksi imunologik yang diperantarai oleh Ig-E terhadap protein dalam makanan yang secara normal/biasanya tidak menimbulkan reaksi. Alergi makanan suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Lebih lanjut –> Download here….diet-alergi

NCP Untuk Penyakit Ginjal

Ginjal memiliki banyak fungsi, beberapa diantaranya adalah :

1. Memelihara keseimbangan homeostatik  air, elektrolit,

2. Keseimbangan asam dan basa

3. Sintesis hormon eritropoietin

4. Pengendali  Tekanan Darah

5. Sekresi renin dan aldosteron

6. Mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif

7. Mengeluarkan sisa metabolisme protein: urea, kreatinin dan uric acid

Jika ginjal sudah mengalami gangguan maka membutuhkan terapi salah satunya terapi diet. Lebih Lanjut –> diet-ginjal