REMAJA DAN PERNAK PERNIKNYA

Masa remaja merupakan masa yang indah, kalian setuju kan dengan pendapat ini. Bagi kalian yang sudah pernah merasakan remaja alias sudah melewati masa remaja, atau bahkan sekarang sedang di usia ini, pasti akan berpikir pendapat itu ada benarnya. Kalian ingat kan, saat remaja dulu kita merasa orang yang penuh dengan cita-cita-cita, kegiatan yang padat, penuh semangat….apalagi bagi teman-teman yang diusia ini sudah mulai merasakan ada sinyal-sinyal berbeda saat bertemu dengan lawan jenis yang disuka…hehehee….ohhhh pasti merasakan hidupnya semakin bersemangat. Masuk sekolah yang semula selalu telat saja, mendadak menjadi rajin dan selalu datang lebih awal…..hahaha…

Saat remaja, kita semakin kritis, berpikir tanpa batas …kalian dapat merasakan kan??….kita menjadi orang yang selalu ingin tahu…sehingga saat dimasa ini walaupun kita sudah merasa mandiri, dan tidak ingin diatur oleh orang tua, tetap harus menyadari bahwa masa remaja adalah masa yang masih labil sehingga tetap harus membutuhkan arahan dan bimbingan dari orang yang lebih dewasa terutama disini yang memegang tempat yang paling strategis adalah orangtua dan guru-guru kita.

Seseorang remaja yang mendapatkan bimbingan dan perhatian yang benar dari orang tua ataupun para guru akan menghasilkan generasi-generasi yang luar biasa, kita bisa lihat banyak anak-anak remaja yang memiliki prestasi yang gemilang. Namun juga masih banyak teman-teman yang kurang mendapat arahan sehingga menjadi remaja yang kebablasan dan menjadi remaja yang bermasa depan suram…soooo teman-teman mari kita baca dikit informasi dibawah ini, sebagai seorang remaja atau sebagai orang tua yang memiliki anak remaja, kita harus tahu bagaimana sih karakteristik remaja dan bagaimana perkembangan kognitifnya, trus tidak lupa pula bahwa gizi remaja juga memiliki andil yang luar biasa dalam hal ini,  sehingga akhirnya akan dihasilkan remaja yang penuh dengan cita-cita yang tinggi dan mendapatkan prestasi cemerlang yang dapat mengharumkan nama bangsa kita.

Remaja

Menurut Almatsier, et al 2011 bahwa masa remaja merupakan masa perubahan yang dramatis dalam diri seseorang. Pertumbuhan pada usia anak yang relative terjadi dengan kecepatan yang sama, secara mendadak meningkat saat memasuki remaja. Peningkatan pertumbuhan mendadak ini disertai dengan perubahan-perubahan hormonal, kognitif dan emosional. Semua perubahan ini membutuhkan zat gizi secara khusus.

Usia remaja (10-18 tahun) merupakan periode rentan gizi karena berbagai sebab. Pertama, remaja memerlukan zat gizi yang lebih tinggi karena peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan. Kedua, perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan remaja mempengaruhi baik asupan maupun kebutuhan gizinya. Ketiga, remaja yang mempunyai kebutuhan gizi khusus, yaitu remaja yang aktif dalam kegiatan olahraga, menderita penyakit kronis, sedang hamil, melakukan diet secara berlebihan, pecandu alcohol atau obat terlarang.

Kebutuhan Gizi Remaja

Kebutuhan gizi remaja haruslah memenuhi semua zat gizi, baik itu zat gizi makro dan mikro. Pada masa remaja ada beberapa zat gizi yang sangat diperlukan dalam jumlah yang lebih banyak karena dimasa remaja merupakan masa pertumbuhan yang cepat nomor dua setelah masa bayi. Untuk kebutuhan energy remaja bervariasi tergantung aktivitas fisik dan tingkat kematangannya. Angka kecukupan gizi untuk remaja laki-laki usia 10-12 tahun adalah 2050 Kal, untuk usia 13-15 tahun 2400 Kal, dan untuk usia 16-18 tahun sebanyak 2600 Kal. Untuk remaja perempuan pada kelompok usia yang sama, AKG secara berturut-turut adalah 2050 Kal, 2350 Kal, dan 2200 Kal.

Angka kebutuhan protein remaja berkisar antara 0,29-0,32 g/cm tinggi badan untuk laki-laki dan 0,27 -0,29 g/cm  tinggi badan untuk perempuan. Selain zat gizi makro, kebutuhan mineral dan vitamin pada masa remaja juga meningkat. Pada tahun-tahun masa pertumbuhan cepat, remaja membutuhkan mineral kalsium, besi, seng, magnesium dan nitrogen dua kali lebih besar dibandingkan tahun yang lain. Angka kecukupan kalsium untuk remaja adalah 1000 mg/hari, baik itu laki-laki maupun perempuan. Untuk kecukupan vitamin, karena kebutuhan energy meningkat, maka kebutuhan tiamin, riboflavin, dan niasin meningkat untuk melepas energy yang berasal dari metabolisme karbohidrat. Kebutuhan vitamin B6, B12 dan asam folat meningkat karena peningkatan sintesis jaringan. Peningkatan kebutuhan vitamin D terjadi untuk pertumbuhan cepat kerangka tubuh. Vitamin A,C dan E dibutuhkan untuk pertumbuhan sel-sel baru (Almatsier, et al 2011).

Kemampuan Kognitif

Kognitif dalam konteks ilmu psikologi sering didefinisikan secara luas mengenai kemampuan berpikir dan mengamati, suatu perilaku yang mengakibatkan seseorang memperoleh pengertian atau yang dibutuhkan untuk menggunakan pengertian. Dengan kata lain merupakan cara berpikir tentang sesuatu dan cara mengetahui sesuatu. Kemampuan berkonsnetrasi terhadap suatu rangsang dari luar, memecahkan masalah, mengingat atau memanggil kembali dari memorinya suatu kejadian yang telah lalu, memahami lingkungan fisik dan social termasuk dirinya sendiri termasuk proses kognitif (Soetjiningih, 2004).

Tahap-tahap Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif manusia sendiri berkembang secara bertahap, Piaget salah satu ahli psikologi dari Swiss membaginya dalam beberapa stadium :

  1. Stadium sensori-motorik (umur 0-18 bulan atau 24 bulan)
  2. Stadium pra –operasional (umur 18 bulan-7 tahun)
  3. Stadium operasional konkrit (umur 7-11 tahun)
  4. Stadium operasional formal (mulai umur 11 tahun)

Kemampuan berpikir pada stadium ini ditandai dengan dua sifat yang penting yaitu :

1). Kemampuan deduktif-hipotesis

2). Bersifat kombinatoris

Kemampuan kognitif remaja termasuk dalam stadium operasional formal. Terdapat lima karakteristik cara berpikir yang membedakan dengan stadium sebelumnya yaitu :

  1. Mampu berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan, baik yang telah  terjadi  mapupun kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
  2. Berpikir dengan hipotesis
  3. Berpikir jauh kedepan, membuat rencana kedepan, dan merencanakan suatu strategi yang tepat.
  4. Metakognisi, adalah suatu proses berpikir tentang berpikir, mereka mampu mengukur kemampuan diri, pengetahuan, tujuan, serta langkah-langkah untuk mencapainya, dengan kata lain mereka mampu merencanakan, membuat suatu keputusan dan memilih strategi atau alternative pemecahan masalah.
  5. Berpikir tanpa batas dan bersifat abstrak.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif Remaja

Menurut Soetjiningsih, 2004 bahwa pada dasarnya setiap proses perkembangan sendiri termasuk perkembangan kognitif pada remaja dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu :

  1. Pematangan (maturation)
  2. Pengalaman psikologis dan kontak dengan lingkungan (exercise through physical practice and mental experience)
  3. Transmisi social dan pembelajaran (social interaction and teaching)
  4. Ekuilibrasi (equilibration).

Kemampuan Kognitif dan Prestasi Sekolah

Kemampuan kognitif normal namun prestasi yang dicapai disekolah ternyata buruk, ini merupakan problem yang cukup menggejala dikalangan remaja. Dalam istilah psikologi sering disebut underachiever, masalah social dan emosional ternyata ditemukan sebagai sumber masalahnya.

Menurut survey Haditono (1994) dalam Soetjiningsih (2004) keadaan underachiever di Indonesia sendiri, disebabkan oleh masalah yang cukup kompleks. Suatu kombinasi dari factor yang cukup banyak. Factor pertama  adalah kurangnya factor belajar secara luas disekolah, terutama dipelosok-pelosok maupun dirumah. Factor kedua, adalah kurangnya stimuli belajar dan stimuli mental. Hal ini terutama berlaku bagi orangtua dengan pendidikan yang rendah sehingga mereka kurang mengerti bagaimana membantu anak-anak mereka agar lebih berhasil. Sementara pada orangtua dengan pendidikan tinggi, kesibukan kerja menjadi kendalanya. Factor ketiga, adalah kecukupan gizi, yang bilamana dapat mencapai tingkat yang lebih baik maka secara fisik anakpun akan menggunakan kapasitas otaknya secara maksimal.

By Yetti Wira Citerawati SY

References

Almatsier, Sunita,; S. Soetardjo and M. Soekatri. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Soetjiningsih, 2004. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Sagung Seto, Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s