MANFAAT BESAR DI BALIK SARAPAN YANG SELALU TERLEWATKAN

Definisi Sarapan

Makan pagi (sarapan) adalah suatu kegiatan yang penting sebelum melakukan aktivitas fisik pada pagi hari. Sarapan sehat seyogyanya mengandung unsur empat sehat lima sempurna atau sesuai dengan pedoman umum gizi seimbang yang tertuang dalam tumpeng gizi seimbang. Menurut berbagai kajian bahwa frekuensi makan yang baik adalah tiga sekali sehari. Ini berarti bahwa makan pagi (sarapan) hendaknya jangan ditinggalkan.Sarapan sebaiknya menyumbang gizi sekitar 25%. Ini adalah jumlah yang cukup signifikan karena sisa kebutuhan energi dan zat gizi lainnya tentunya akan dipenuhi oleh makan siang, makan malam dan makanan selingan diantara dua waktu makan (Khomsan, 2004).

Sarapan merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas. Begitu pentingnya sarapan ini sehingga anjuran melakukan sarapan ini tertuang dalam salah satu 13 pesan dasar gizi seimbang, yaitu pada point kedelapan yang berbunyi “ Biasakan Makan Pagi”. Menurut Almatsier, et al. 2011 makan pagi sangat bermanfaat bagi orang dewasa untuk memelihara ketahanan fisik, sedangkan bagi anak-anak sekolah untuk meningkatkan kemampuan belajar. Tidak makan pagi bagi anak sekolah menyebabkan kurangnya kemampuan untuk konsentrasi belajar, bagi orang dewasa menimbulkan rasa lelah, mengantuk, dan menurunkan produktivitas kerja. Susunan makan pagi merupakan menu seimbang yang terdiri atas sumber energy, zat pembangun, dan zat pengatur.

Manfaat Sarapan

Menurut Khomsan, 2004 bahwa paling tidak ada dua manfaat yang bisa diambil kalau melakukan sarapan. Pertama, sarapan dapat menyediakan karbohidrat yang siap digunakan untuk meningkatkan kadar gula darah. Dengan kadar gula darah yang terjamin normal, maka gairah dan konsentrasi kerja bisa lebih baik sehingga berdampak positif untuk meningkatkan produktivitas. Kedua, pada dasarnya sarapan pagi akan memberikan kontribusi penting akan beberapa zat gizi yang diperlukan tubuh seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral. Ketersediaan zat gizi ini bermanfaat untuk berfungsinya proses fisiologis dalam tubuh.

Gibney, et al 2008 menuliskan bahwa sarapan bermanfaat bagi outcome pendidikan. Pertama, karena penyediaan sarapan disekolah ternyata meningkatkan angka kehadiran sekolah, jumlah waktu yang dihabiskan oleh anak-anak disekolah akan meningkat. Kedua, dengan menghilangkan lapar  jangka pendek maka perhatian anak, kemampuan meningkat yang diperlukan saat bekerja, dan kecepatan otak dalam memproses informasi menjadi lebih baik sehingga memungkinkan anak-anak untuk mendapat lebih banyak pengetahuan dari instruksi yang diberikan oleh guru-guru mereka. Terakhir, dalam jangka waktu yang panjang sarapan dapat memperbaiki status gizi anak dan mengoreksi defisiensi mikronutrien sehingga fungsi kognitif anak menjadi lebih baik.

Kerugian Tidak Sarapan

Agar stamina anak usia sekolah tetap fit selama mengikuti kegiatan sekolah maupun kegiatan ekstra kurikuler, maka sarana utama dari segi gizi adalah jangan meninggalkan sarapan. Anak yang tidak sarapan akan mengalami kekosongan lambung sehingga kadar glukosa akan menurun. Padahal gula darah merupakan sumber energy utama bagi otak. Dampak negatifnya adalah ketidakseimbangan system saraf pusat yang diikuti dengan rasa pusing, badan gemetar atau rasa lelah. Dalam keadaan demikian anak akan sulit untuk dapat menerima pelajaran dengan baik. Gairah belajar dan kecepatan reaksi juga akan menurun (Khomsan, 2004).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sarapan

Ada berbagai alasan yang seringkali menyebabkan anak tidak sarapan. Ada yang merasa waktu sangat terbatas karena jarak sekolah cukup jauh, terlambat bangun pagi, atau tidak ada selera untuk sarapan. Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa sarapan merupakan kegiatan yang tidak menggairahkan. Nafsu makan belum ada, keterbatasan menu sehingga yang tersaji dimeja makan tidak menarik, dan waktu yang terbatas menyebabkan orang tidak merasa bersalah meninggalkan sarapan. Selain itu tidak diketahuinya manfaat sarapan sehingga membuat orang begitu mudah mengabaikan sarapan (Khomsan, 2004).

(By Yetti Wira Citerawati SY)

References

Almatsier, Sunita,; S. Soetardjo and M. Soekatri. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Gibney, Michael J,; B.M Margetss,; J.M Kearney and L. Arab. 2009. Gizi Kesehatan Masyarakat. EGC, Jakarta.

Khomsan, Ali. 2004. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s