Dietary Assesment (1)

Metode Dietary Assesment adalah suatu metode yang digunakan untuk mengkaji tanda awal dari defisiensi zat gizi, termasuk didalamnya adalah asupan yang tidak adekuat. Karena alasan ini informasi dari dietary assessment juga dapat memprediksi kemungkinan kekurangan zat gizi yang nantinya dapat dikonfirmasi lebih lanjut dengan menggunakan metode yang lain seperti penilaian biokimia, antropometri dan klinis (Fahmida & Dillon, 2007).

Terdapat dua metode yang digunakan dalam menilai konsumsi pangan baik itu untuk individual maupun kelompok yaitu metode konsumsi harian kuantitatif dan kualitatif. Metode konsumsi harian kuantitatif terdiri dari metode pencatatan (food record) yang terdiri dari (estimasi & penimbangan) dan ingatan 24 jam (24 hour recall). Metode ini dirancang untuk mengukur kuantitas pangan yang dikonsumsi individu selama kurun waktu satu hari. Dengan meningkatkan jumlah hari pengukuran pada metode ini- perkiraan kuantitatif akan asupan aktual saat ini, atau untuk periode waktu yang lebih lama- asupan kebiasaan individual dapat diperoleh. Penilaian asupan kebiasaan (usual intake) terutama penting ketika menilai hubungan antara diet dan parameter biologis. Metode konsumsi harian kualitatif terdiri dari metode riwayat makan (dietary history) dan frekuensi konsumsi pangan (food frequency questionnaire, FFQ). Keduanya memperoleh informasi retrospektif pada konsumsi pangan pada periode yang lama di masa yang lalu. Metode ini lazim digunakan untuk menilai asupan kebiasaan pangan atau kelompok pangan spesifik. Dengan modifikasi, metode ini dapat menyediakan data asupan kebiasaan zat gizi (Siagian) & (Fahmida & Dillon, 2007).

Dalam Siagian, 2010 terdapat enam metode yang lazim digunakan untuk menilai konsumsi pangan individu : (a) metode ingatan 24 jam (24-hours recall method), (b) metode pengulangan ingatan 24 jam (repeated 24-hours recall method), (c) metode pencatatan makanan (food record method), (d) metode penimbangan pangan (weighed food method), (e) metode riwayat makanan (dietary history), dan (f) metode frekuensi konsumsi pangan (food frequency method). Makalah ini akan menguraikan mengenai metode penilaian konsumsi pangan individual secara kuantitatif yaitu metode pencatatan (food record) yang terdiri dari estimasi (estimated) dan penimbangan (weighed).

( By Yetti Wira Citerawati SY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s