Hubungan Defisiensi Vitamin D terhadap Kejadian Menarche

Menarche adalah pemunculan periode menstruasi yang pertama, umumnya diantara usia 11 dan 16 tahun. Remaja putri yang kekurangan vitamin D memiliki perkembangan jaringan lemak yang lebih cepat dibandingkan mereka yang cukup vitamin D. Anak-anak yang gemuk dapat mengarah ke percepatan kematangan seksual. Dengan demikian kadar vitamin D secara tidak langsung mempengaruhi waktu menarche melalui efek kegemukan. Mekanisme biokimia mungkin melibatkan hormone-hormon derivate lemak. Beberapa penelitian pada tikus dan manusia bahwa peningkatan leptin dapat mengakibatkan pubertas dini, sebaliknya 25 (OH)D berkorelasi terbalik dengan konsentrasi leptin.  Namun tidak diketahui apakah ekspresi dari hormone leptin atau dari jaringan lemak lainnya akan berubah dalam merespon suplemen vitamin D (Villamor et al, 2011).

Penelitian yang dilakukan oleh Villamor et al, 2011 menyatakan bahwa mungkin saja ada faktor mekanisme biologis yang berhubungan dengan defisiensi vitamin D pada menarche dini yang tidak berhubungan sama sekali dengan obesitas. IGF-I adalah salah satu dari faktor pertumbuhan yang diyakini memodulasi pubertas dengan merangsang gonadotropin releasing hormone.

Zhen et al dalam Villamor et al, 2011 menunjukkan bahwa IGF-I meningkatkan ekspresi GnRH pada percobaan invitro (laboratorium). Meski pada intracerebroventricular pada IGF-I antibody mengakibatkan pubertas yang tertunda pada tikus jantan; suntikan intraventricular IGF-I menguatkan pubertas pada tikus betina. Sebaliknya sebuah penelitian terbaru darin76 remaja prapubertas menunjukkan korelasi yang terbalik antara IGF-I dan 25(OH)D. Meskipun bagaimana mekanisme vitamin D secara langsung dengan IGF-I belum diketahui secara jelas. Namun vitamin D reseptor menunjkkan lagi bahwa ada pengaruh reseptor vitamin D dibagian lain dari otak termasuk hipotalamus. Oleh karena itu sangat memungkinkan bahwa vitamin D mempunyai peran yang belum diketahui pada regulasi neuroendokrin dari golongan gonadotropic.

Berdasarkan penelitian Villamor et al, 2011 bahwa vitamin D secara positip berkaitan dengan usia menarche pada sekelompok remaja putri yang sehat. Kekurangan vitamin D berkaitan dengan menarche dini. Dalam pertimbangan resiko kesehatan yang berhubungan dengan menarche dini, manfaat menunda timbulnya menstruasi melalui intervensi yang relatif murah seperti suplemen vitamin D mungkin sangat substansial. Oleh karena itu, sangat relevan untuk menguji efek dari suplemen vitamin D pada menarche dengan penelitian dalam skala besar.

Karapanou and Papadimitriou, 2010 dalam penelitiannya menuliskan bahwa baru-baru ini polimorfisme nukleotida tunggal LIN28B pada kromosom 6 dikaitkan dengan menarche dini. Bagga and Kulkarni, 2000 menyebutkan bahwa pengukuran seperti pengukuran tinggi badan (merupakan indikator tulang) dan pengukuran berat badan (merupakan indikator akumulasi lemak) berkorelasi positip dengan usia menarche. Lebih lanjut Kitagawa et al,1998 menyatakan dalam penelitiannya bahwa terdapat efek yang lebih kuat dari genotive VDR (Vitamin D Reseptor) pada usia menarche dibandingkan pada BMI. Hal ini menunjukkan bahwa gen polimorfisme VDR mempercepat usia menarche dan meningkatkan BMD (Bone Mineral Density) dikaitkan dengan usia menarche.

Lebih jauh Long et al, 2005 menuliskan dalam penelitiannya bahwa estrogen reseptor 1 (ESR 1) merupakan gen kandidat untuk usia menarche. Studi pendahuluan di Yunani pada 13 orang remaja putri menunjukkan hubungan antara gen ESR 1 dengan usia menarche. Sinyal estrogen sebagian besar dimediasi dalam estrogen reseptor, termasuk estrogen reseptor α. Permulaan menstruasi (menarche) dimulai oleh amplitudo meningkatnya paparan estrogen dari jaringan. Karenanya dapat diasumsikan bahwa gen ESR 1 memiliki beberapa efek pada menstruasi. Pada populasi di Cina, dilakukan pengamatan antara interaksi potensial ESR 1 dan VDR , yang secara tidak langsung dapat menujukkan efek potensial dari gen ESR 1. Walaupun mekanismenya masih belum jelas, namun dari sudut pandang fisiologis, interaksi ini dapat dijelaskan sebagai berikut : suatu region dari promotor estrogen yang responsive telah ditandai pada gen Vitamin D reseptor (VDR), dan transkripsi dari promotor VDR tergantung pada estrogen reseptor. Disisi lain vitamin D merupakan faktor penting dalam biosintesis estrogen dan dapat mempengaruhi keseimbangan antara estrogen dan androgen. Vitamin D dapat bertindak sepanjang jalur respon estrogen yang mempengaruhi tingkat reseptor estrogen serta fungsinya.

refference

Bagga, Amrita and S Kulkarni. 2000. Age at Menarche and Secular Trend in Maharashtrian (Indian) Girls. Acta Biologica Szegedensis. Departement of Anthropology, University of Pune, India. Vol. 44 (1-4);53—57

Karapanou, Olga and A Papadimiriou. 2010. Determinant of Menarche. Reproductive Biology and Endokrinology 2010, p 8:115 (http://www.rbej.com/content/8/1/115), Online, diakses tanggal 23 Maret 2013.

Long, JR., H Xu.,L-J Zhao., P-Y Liu., H Shen., Y-J Liu., D-H Xiong., P Xiao.,Y-Z Liu., V Dvornyk., J-L Li., RR Recker and HW Deng. 2005. The Estrogen Receptor α Gene is Linked and/or Associated with Age of Menarche in Different Ethnic Groups. J.Med. Genet 2005; 42:796-800.

Villamor, Eduardo., C Marin., M Mora-Plazas and A Baylin. 2011. Vitamin D Deficiency and Age at Menarche : a Prospective Study. AJCN, p 1-6, USA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s