Kanker Payudara (1)

Pendahuluan

Penyakit kanker merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini berkembang semakin cepat, diperkirakan dari setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 100 penderita kanker baru (Wijayanti dan Hudayani, 2007). Berdasarkan SIRS (Sistem Informasi Rumah Sakit) tahun 2007, melaporkan bahwa kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh rumah sakit di Indonesia (16,85%), disusul dengan kanker leher rahim (11,78%). Berbagai riset yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa prevalensi kanker payudara selalu meningkat setiap tahun. Kanker payudara memiliki angka kejadian 26 per 100.000 perempuan, disusul kanker leher rahim dengan 16 per 100.000 perempuan. Hal ini memperlihatkan bahwa kanker payudara merupakan kanker tertinggi yang diderita wanita Indonesia (Kemenkes, 2012). Penelitian di kota Malang menunjukkan bahwa kejadian kanker payudara meningkat sekitar 25% dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2007 (Satuman dkk,2009).

Berdasarkan riset yang telah dilakukan, ada banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan tingginya angka kejadian kanker payudara, diantaranya adalah menopause pada umur lebih tua, kehamilan pertama pada usia tua, penyakit fibrokistik, penggunaan hormon-hormon eksogen, obesitas, konsumsi lemak, menarche pada usia muda, terpapar radiasi dan riwayat keluarga dengan kanker payudara (Moningkey dan Kodim, 2008 dalam Nani, 2009). Selanjutnya berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh Yanti, 2012 di RS Onkologi Surabaya bahwa faktor risiko reproduksi yang berpengaruh terhadap kejadian kanker payudara adalah usia menarche, usia menopause, paritas dan usia saat hamil pertama.

Tingginya prevalensi kanker payudara tentunya tidak lepas dari faktor gizi, baik sebagai salah satu faktor yang ikut andil dalam menyebabkan kanker itu sendiri ataupun sebagai zat yang mampu menangkal dan mencegah terjadinya kanker, terutama peran omega 3 untuk menaikkan kekebalan tubuh dan peran antioksidan sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian yang dilakukan oleh Willet, 2000 menunjukkan bahwa jumlah penderita kanker berbanding lurus dengan meningkatnya konsumsi lemak, dimana penelitian tersebut menemukan terdapat korelasi  yang signifikan antara intake lemak dengan kanker payudara, colon dan prostate. Pengaturan diet yang tepat yaitu dengan asupan gizi yang baik pada penderita kanker akan membantu kualitas hidupnya dan juga kesintasan hidupnya (survival years) (Subiyanto dan Darwito, 2007).

DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI. 2012. Jika Tidak Dikendalikan 26 Juta Orang Menderita Kanker. (http://www.depkes.go.id, Online, diakses tanggal 2 April 2013).

Nani, Desiyani. 2009. Hubungan Umur Awal Menopouse & Status Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Kanker Payudara. Jurnal Keperawatan Sudirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 4, No. 3

Satuman.,H Fatmawati.,& MR Indra. 2009. Efektivitas Quercetin terhadap Proliferasi & Apoptosis Breast Cancer Stem Cell. (Penelitian Hibah Penelitian Strategi Nasional, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya)

Subiyanto dan Darwito. 2007. Peranan Nutrisi Dalam Penanganan Pasien-pasien Kanker. Makalah Pertemuan Ilmiah nasional (PIN) ke III Tahun 2007. Semarang.

Wijayanti, Ari dan Fitri Hudayani. 2007. Penatalaksanaan Gizi pada Penderita Kanker. Makalah Pertemuan Ilmiah nasional (PIN) ke III Tahun 2007. Semarang.

Yanti, Eka Safitri. 2012. Analisis Faktor Reproduksi yang Berhubungan dengan Kejadian Kanker Payudara di RS Onkologi Surabaya. Skripsi yang dipublikasikan, Jurusan Kebidanan

 (by Yetti Wira Citerawati SY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s