Kanker Payudara (3)

Peranan Gizi Dalam Penanganan Pasien-pasien Kanker

1.   Diet omega 3 polyunsaturated fatty acids (PUFA)

Diet omega 3 polyunsaturated fatty acids (PUFA) akan menaikkan immunitas tubuh dengan cara menurunkan syntesa prostaglandin dari dienoic prostaglandin menjadi trienoic prostaglandin. Dimana prostaglandin, terutama prostaglandin E2, mempunyai peranan yang penting dalam proliferasi sel. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa diet yang kaya akan kandungan omega 3 polyunsaturated fatty acids (PUFA) akan mensupresi tumorogenesis dan mencegah terjadinya metastase. Minyak ikan yang banyak mengandung omega 3 polyunsaturated fatty acids (PUFA) mempunyai efek anti kanker dengan mekanisme langsung yaitu menurunkan proliferase sel melalui menurunkan kadar prostaglandin E dalam jaringan dan metabolism sel. Pemberian omega 3 polyunsaturated fatty acids (PUFA) seperti terkandung dalam minyak ikan secara epidemiologi dapat mencegah terjadinya kanker payudara (Subiyanto & Darwito, 2007). Asam lemak omega 3 juga telah digunakan untuk menekan terkait kanker cachexia dan meningkatkan kualitas hidup (Hardman, 2004).

 2.   Diet Lemak

Diet tinggi lemak akan memicu terjadinya kanker payudara. Berdasarkan beberapa penelitian bahwa tidak semua lemak bisa memicu terjadinya kanker akan tetapi lemak yang polyunsaturated sedangkan yang monounsaturated tidak. Dengan demikian yang terpenting bukannya lemak dan kuantitasnya, tetapi tipe dari lemaknya lah yang sangat menentukan (Subiyanto dan Darwito, 2007).

 3.   Anti Oksidan

Ada beberapa vitamin yang diketahui memiliki efek antioksidan. Vitamin C yang banyak dikandung dari buah-buahan mempunyai efek antioksidan yang banyak digunakans ebagai kemopreventif. Vitamin C ini juga digunakan sebagai diet tambahan yang mempunyai manfaat untuk mengurangi oxidative stress yang mempunyai peranan terhadap penyakit-penyakit kronis seperti kanker. Vitamin C bekerja sebagai donor (Ascorbate, AscH) yang akan memberikan electron hydrogen untuk diikat oleh radikan bebas, dengan demikian maka akan menjadi netral. Antioksidan juga akan memperkuat  sistem imun yang akan mempermudah untuk menetralisir (Subiyanto dan Darwito, 2007).

Vitamin E juga mempunyai peranan sebagai antioksidan. Selain itu juga vitamin E mempunyai peranan menaikkan sistem imun dengan jalan menekan sintesa prostaglandin E2 (PGE2). Disamping itu juga vitamin E ini akan menekan atas kenaikan PGE2 yang dibentuk sebagai akibat proses penuaan, sehingga secara logis vitamin E akan menghambat proses penuaan (Subiyanto dan Darwito, 2007).

 4.   Fitoestrogen

Fitoestrogen adalah estrogen yang ditemukan dalam makanan nabati seperti kacang kedelai, tofu,  gandum,buah-buahan dan sayuran. Kata “Phyto” berasal dari bahasa latin yang berarti tumbuh-tumbuhan. Pemberian diet yang kaya fitoestrogen  merupakan cara untuk mengurangi  insiden kanker payudara. Beberapa     penelitian menunjukkan bahwa wanita yang diberikan diet tinggi fitoestrogen, termasuk vegan, dan wanita yang banyak mengkonsumsi kedelai dan produk olahannya, mempunyai resiko kanker payudara yang lebih rendah.    Kebanyakan  fitoestrogen tidak disimpan  dalam  tubuh,  tetapi   langsung dipecah (Raharjo, 2009).

Fitoestrogen   merupakan   estrogen yang   lemah,  tetapi  dapat  mencegah  ikatan antara   estrogen   manusia   yang   lebih   kuat dengan reseptornya. Jika estrogen yang lemah berikatan  dengan  reseptor  estrogen,  sebagai pengganti   estrogen  yang  kuat,  maka  akan mengurangi  proses pembelahan sel payudara. Wanita yang diberikan diet tinggi fitoestrogen juga akan mengekskresi estrogen lebih banyak didalam urinnya, dan     mempunyai kadar estrogen  dalam darah lebih rendah. Beberapa studi menunjukkan   bahwa     wanita yang diberikan  diet tinggi fitoestrogen mempunyai waktu  menstruasi  lebih  panjang,  karena  itu siklus   menstruasinya   lebih   sedikit.   Semua faktor tersebut diatas dapat mengurangi resiko terjadinya kanker payudara (Raharjo, 2009).

 Penatalaksanaan Gizi pada Pasien Kanker

Penatalaksanaan gizi pada pasien kanker diberikan dengan tujuan agar pasien dapat terpenuhi kebutuhan gizi yang optimal, teratasinya masalah makan, mencegah  dan menghambat penurunan berat badan secara berlebihan dan memberikan edukasi kepada pasien agar berperilaku makanan yang sehat (Wijayanti dan Hudayani, 2007).

Skrining

Melakukan skrining untuk mengetahui :

  1. Adanya perubahan BB pada 6 bulan terakhir
  2. Perubahan jumlah dan jenis makanan yang biasa dikonsumsi
  3. Keluhan yang sedang dirasakan, seperti mual, muntah, mulut kering, hilangnya rasa dan penciuman, diare, kesulitan BAB dan rasa sakit
  4. Kemampuan fisik untuk beraktivitas sehari-hari
  5. Skrining dapat dilakukan dengan formulir SGA
  6. Pengkajian Data
    1. Antropometri (Bb,TB,LLA, tebal lemak, massa otot lengan
    2. Laboratorium (Hb, albumin, prealbumin, transferin
    3. Klinis, berupa pemeriksaan fisik (keadaan umum, rongga mulut, gigi, stomatitis)
    4. Riwayat gizi (asupan sebelum masuk RS, asupan saat dirawat)

 Kebutuhan Gizi

1. Energi

Kebutuhan energi untuk pasien kanker meningkat sebesar 45% dari kebutuhan energi basal. Koreksi faktor aktivitas, usia, status gizi dan lainnya disesuaikan dengan individu pasien (ASDI, 2007)

Almatsier, 2007 menuliskan bahwa untuk penderita kanker mendapatkan energi tinggi, yaitu 36 kkal/kg BB untuk laki-laki dan 32 kkal/kg BB untuk perempuan. Apabila pasien berada dalam keadaan gizi kurang, maka kebutuhan energi menjadi 40 kkal/kg BB untuk laki-laki dan 36 kkal/kg BB untuk perempuan.

2. Protein

Protein tinggi, yaitu 1,5-2 g/kg BB (ASDI, 2007).

Protein tinggi yaitu 1-1,5 g/kg BB.

3. Lemak

Lemak sedang yaitu 15-20% dari kebutuhan energi total.

4. Karbohidrat

Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total.

  1. Vitamin dan mineral cukup, terutama vitamin A,B kompleks, C dan E. Bila perlu ditambah dalam bentuk suplemen.
  2. Rendah iodium bila sedang menjalani medikasi radioaktif internal.
  3. Bila imunitas menurun (leukosit < 10 ul) atau pasien akan menjalani kemoterapi agresif, pasien harus mendapat makanan yang steril.
  4. Porsi makan kecil dan sering diabaikan.

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh diberikan pada pasien kanker

a. Makanan yang dianjurkan untuk penderita kanker (Almatsier, 2007) :

1. Nasi dan bahan sumber karbohidrat

Nasi/bubur, kentang, macaroni, mi, bihun,soun, tepung beras, terigu, maizena, dan hunkwee.

2. Sumber protein hewani

Utamanya ikan, unggas, susu , dan yoghurt. Semua makanan sumber hewani memiliki kadar albumin tinggi, dan biasanya yang sering diberikan adalah putih telur dan ekstrak ikan gabus

3. Kacang-kacangan

Protein nabati berupa kacang-kacangan seperti kacang tanah, tahu dan tempe.

4. Sayuran  dan buah-buahan sumber vitamin dan mineral

Utamanya bayam,buncis muda, kacang panjang,labu kuning,wortel,pisang, pepaya,jeruk,mangga,avokad,apel dan pir.

5.   Konsumsi makanan sumber antioksidan

  1. Sumber vitamin C : seperti pepaya, kiwi, jeruk manis, jeruk bali,      jambu biji, tomat, blewah
  2. Sumber vitamin A :wortel, mangga, papaya, bayam merah
  3. Sumber Selenium :semangka, bawang putih, bayam,ubi jalar, brokoli.

Menurut Philpott dan Ferguson, 2004 menuliskan bahwa sejumlah zat gizi memiliki kemampuan untuk memodulasi respon imun dan melawan proses peradangan. Zat gizi tersebut adalah seng, EGCG (epigallocatechin galate), omega 3 asam lemak tak jenuh ganda dan probioitik. Zat gizi tersebut dikenal dengan imunonutrition dan dapat menjadi alternative untuk imunoterapi untuk penderita kanker yang berhubungan dengan peradangan kronis.

Selanjutnya Donaldson, 2004 menuliskan bahwa Asupan biji rami, terutama fraksi lignan, buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker. Sayuran seperti kecambah, brokoli menjadi sumber sulforophane. Beberapa unsur zat gizi untuk mencegah kanker termasuk diantaranya adalah selenium, asam folat, vitamin B-12, vitamin D, klorofil, dan antioksidan seperti karotenoid (α-karoten, β-karoten, likopen, lutein, cryptoxanthin). Asam askorbat memiliki manfaat yang terbatas apabila dikonsumsi secara oral, tetapi bisa sangat bermanfaat apabila secara intravena. Tambahan probiotik juga memiliki manfaat sebagai langkah untuk diet antikanker. Apabila diet ini diterapkan maka kemungkinan penurunan resiko kanker payudara dapat menurun hingga 60-70 persen.

 b. Makanan yang dihindari

Makanan yang sebaiknya dihindari adalah daging (sapi, kerbau,kambing,babi), ikan asin,makanan yang diawetkan, makanan yang dibakar,buah-buahan (durian, nangka yang bs menghasilkan alkohol), gorengan dengan suhu tinggi, minuman ringan, lauk tinggi lemak (udang, kerang,kepiting,cumi) (Uripi, 2002).

Donaldson, 2004 menuliskan bahwa asupan rendah serat, konsumsi daging merah, dan ketidakseimbangan omega 3 dan omega 6 lemak semua berkontribusi terhadap risiko kanker.

Cara Mengatasi Gangguan Makan pada Penderita Kanker

Menurut Almatsier, 2007 ada beberapa Cara Mengatasi Gangguan Makan pada penderita kanker, diantaranya adalah sebagai berikut.

1.   Nafsu Makan

  • Sediakan makanan dalm porsi kecil  tapi sering, setiap 1-2 jam sekali
  • Sediakan makanan favorit untuk menggugah selera
  • Menghindari makanan yang berbau menyengat
  • Konsumsi makanan tinggi energi dan protein seperti susu, mentega, margarine, telur

2.   Perubahan Indera Kecap

  • Membilas mulut dengan air sebelum makan
  • Memberikan jus atau makanan selingan berbahan buah-buahan segar
  • Memberikan makanan dengan rasa manis, seperti gula dan madu
  • Berkumur dengan air soda 5 g+ air putih 500 ml

3.   Mual dan muntah

  • Makan makanan kering
  • Menghindari makanan berbau merangsang
  • Menghindari makanan berlemak tinggi
  • Makan dan minum perlahan
  • Menghindari makanan dan minuman terlalu manis
  • Membatasi cairan pada saat makan
  • Apabila muntah, minumlah banyak air agar tidak kekurangan cairan

4. Mulut Kering

  • Minum 8-10 gelas/hari, apabila terjadi oedema atau ascites membatasi cairan
  • Memberikan makan yang lunak dan mudah dikonsumsi
  • Mengunyah makanan dengan baik
  • Mengunyaj permen rendah gula untuk menstimulasi kelenjar ludah

5.   Rasa Cepat Kenyang

  • Memberikan makan porsi kecil dan sering
  • Menghindari minum sebelum makan

6.   Kesulitan Mengunyah dan Menelan

  • Minumlah dg menggunakan sedotan
  • Makan dan minum pada suhu dingin
  • Memberikan makanan dalam bentuk cair atau saring, bila lunak makan dipotong kecil-kecil masak hingga lunak
  • Menghindari makana terlalu asin atau asam

7.      Rasa Cepat Kenyang

  • Memberikan makan porsi kecil dan sering
  • Menghindari minum sebelum makan

8.      Kesulitan Mengunyah dan Menelan

  • Minumlah dg menggunakan sedotan
  • Makan dan minum pada suhu dingin
  • Memberikan makana dalam bentuk cair atau saring, bila lunak makan dipotong kecil-kecil masak hingga lunak
  • Menghindari makana terlalu asin atau asam

9.      Diare

  • Minum banyak air, makan dalam porsi kecil, 6-8 kali/hr
  • Menghindari makanan terlalu manis
  • Menghindari konsumsi susu penuh selama diare
  • Menghindari bahan makanan yang  bergas seperti kol, sawi, daun papaya, daun singkong, rebung,nangka mud,durian, nangka masak, kedondong,rambutan,dan berbagai buah kering

10.   Konstipasi

  • Mengkonsumsi makanan tinggi serat
  • Minum 8-10 gelas/hr
  • Minuman sebaiknya mengandung gula untuk menambah energi, seperti sirop dan sari buah.

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita. 2007. Penuntun Diet. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Donaldson, Michael S. 2004. Nutrition and cancer : a review of the evidence for an anti-cancer diet. Nutrition Journal, USA.

Hardman, E.Elaine. 2004. (n-3) Fatty Acid and Cancer Therapy.International Research Conference on Food, Nutrition, and Cancer. American Society for Nutrition Science.

Philpott, Martin dan L.R Ferguson.2004. Imunonutrition dan Cancer. Discipline of Nutrition and ACSRC, Faculty of Medical and Health Sciences, The University of Auckland, New Zealand. Volume 551, Issues 1–2, Pages 29–42

Raharjo, Loo Hariyanto. 2009. Pengaruh Diet Vegan Terhadap Insiden Terjadinya Kanker Payudara. Departemen Biokimia. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya

Subiyanto dan Darwito. 2007. Peranan Nutrisi Dalam Penanganan Pasien-pasien Kanker. Makalah Pertemuan Ilmiah nasional (PIN) ke III Tahun 2007. Semarang.

Uripi, Vera. 2002. Menu Untuk Penderita Kanker. Puspaswara, Jakarta.

Wijayanti, Ari dan Fitri Hudayani. 2007. Penatalaksanaan Gizi pada Penderita Kanker. Makalah Pertemuan Ilmiah nasional (PIN) ke III Tahun 2007. Semarang.

 By Yetti Wira Citerawati SY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s