ASITES

PENGERTIAN ASITES

Asites adalah peningkatan tekanan hidrostatik pada kapiler usus (hipertensi porta) dan penurunan tekanan osmotic koloid akibat hipoalbuminemia.

Asites

definisi lain menuliskan bahwa asites adalah manifestasi cardinal sirosis dan bentuk berat lain dari penyakit hati.

ASITES SIROSIS

PATOGENESIS ASITES

Beberapa faktor yang turut terlibat dalam pathogenesis asites pada sirosis hati adalah :

  1. Hipertensi porta
  2. Hipoalbuminemia
  3. Meningkatnya pembentukan dan aliran limfe hati
  4. Retensi Na
  5. Gangguan ekskresi air (Price, Sylvia A & Lorraine M Wilson, 2005)

 

PATOFISIOLOGI ASITES

  1. Hipotesis Underfilling

Asites terbentuk karena sekuestrasi cairan yang tidak memadai pada pembuluh darah splanknik akibat peningkatan tekanan portal dan penurunan Effective Arterial Blood Volume (EABV). Ini mengakibatkan aktifasi sistem RAA dan sistem persarafan simpatis sehingga terjadi retensi air dan garam.

  1. Hipotesis overflow

Asites terbentuk karena ketidakmampuan ginjal dalam mengatasi retensi garam dan air, sehingga akibatnya tidak adanya penurunan volume.

  1. Hipotesis vasodilatasi arteri perifer (Gabungan 1 dan 2) 

Asites jarang terjadi pada pasien tanpa hipertensi portal dan hipoalbuminemia (Godong,Brigitta, 2013).

 

GRADE ASITES

  1. Grade 1 (ringan/mild) : asites hanya dapat dideteksi oleh tes ultrasound
  2. Grade 2 (sedang/moderate) : asites menyebabkan distensi simetris moderate pada abdomen
  3. Grade 3 (large) : Asites menyebabkan distensi yang jelas pada abdomen.

 

MEKANISME ASITES

MEKANISME ASITES PADA PENYAKIT SIROSIS

ASITES MECANSIME

ASITES MECANSIME 1

PENANGANAN ASITES

  1. Dengan diuretic

Hanya pada pasien yang telah menjalani diet rendah garam dan pembatasan cairan namun penurunan BB < 1 kg, setelah 4 hari. Menurut Moore, 2006 penggunaan diuretic bisa dimulai dengan dosis yang rendah dengan jenis diuretic spironolacton dengan kombinasi diet rendah garam 400 mg Na/hr, dalam 1 minggu. Diberikan dosis rendah terlebih dahulu karena efek samping diuretic adalah hipokalemia. Apabila dosis maksimum diuresis belum tercapai maka dapat digunakan furosemid dengan kombinasi diet rendah Na (5,2 gr Na/hr) (Sutadi, Sri Maryani, 2003).

  1. Dengan parasentesis

Parasentesis adalah tindakan memasukkan suatu kanula ke dalam rongga peritoneum untuk mengeluarkan cairan asites. Parasentesis dilakukan untuk alasan diagnostic dan bila asites menyebabkan kesulitan bernafas yang berat akibat volume cairan yang besar. Parasentesis cairan asites dapat dilakukan 5-10 ltr/hr, dengan catatan harus dilakukan infuse albumin sebanyak 6-8 gr/L cairan asites yang dikeluarkan. Efek dari parasentesis adalah hipovolemia, hipokalemia, hiponatremia, ensefalopati hepatica dan gagal ginjal. Cairan asites dapat mengandung 10-30 gr protein/L, sehingga albumin serum kemudian mengalami deplesi, mencetuskan hipotensi dan tertimbunnya kembali cairan asites. (Price, Sylvia A dan Lorainne M Wilson, 2005).

parasentesis

Refferensi

Gadong, Brigitta. 2013. Patofisiologi dan Diagnosis Asites pada Anak. J.Indon.med.Assoc. Vol 63.No.1

Moore,KP & GP Athal. Guidelines of the Management of Ascites in Cirrhosis. http ://www.bmjournals.com/subscriptions/

Price, Sylvia A & LM Wilson. 2005. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Edisi 6. EGC, Jakarta

Sutadi, Sri Maryani. 2003. Sirosis Hepatis. Fakultas Kedokteran, USU.

( By  YETTI WIRA CITERAWATI SY)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s