STATISTIK DESKRIPTIF DAN ANALITIK

Sebelum melakukan kegiatan penelitian, langkah awal yang harus dilakukan seorang peneliti adalah membuat proposal. Proposal biasanya terdiri dari beberapa Bab, dimana salah satu Bab-nya membahas tentang metode penelitian. Bab ini mengambarkan tentang hal yang akan direncanakan oleh peneliti untuk mengolah data yang telah peneliti dapatkan. Dalam mengolah data penelitian, harus menggunakan rencana analisis. Rencana analisis biasanya dibagi menjadi dua bagian, yaitu rencana analisis secara deskriptif dan analitik/inferensial. Statistik deskriptif harus selalu mendahului statistik analitik. Bila statistik deskriptif sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya dilakukan statistik analitik. Statistik analitik akan membawa peneliti untuk mengambil kesimpulan terhadap hipotesis penelitian.

STATISTIK DESKRIPTIF

Statistik deskriptif berusaha menggambarkan berbagai karakteristik data. Cara pengolahan statistik deskriptif, diantaranya adalah :

  1. Variabel Kategorikal

Berkaitan dengan gambaran karakteristik satu set data dengan skala pengukuran kategorikal, maka dikenal istilah jumlah atau frekuensi tiap kategori (n) dan persentase tiap kategori (%) yang umumnya disajikan dalam bentuk tabel atau grafik.

  1. Variabel Numerik

Berkaitan denan gambaran karakteristik satu set data dengan skala pengukuran numeric, maka dikenal dua parameter yaitu parameter ukuran pemusatan dan parameter ukuran penyebaran. Beberapa parameter untuk ukuran pemusatan yaitu mean, median dan modus. Untuk parameter ukuran penyebaran, maka dikenal standar deviasi, varians, koefisien varians, interkuirtil, range dan minimum maksimum. Data variabel dengan skala pengukuran numeric umumnya disajikan dalam bentuk tabel dan grafik (histogram dan plots).

Jika sebaran data mempunyai distribusi normal, maka dianjurkan untuk memilih mean sebagai ukuran pemusatan dan standar deviasi (SD) sebagai ukuran penyebaran. Jika sebaran data tidak normal, maka dianjurkan untuk memilih median sebagai ukuran pemusatan dan minimum maksimum sebagai ukuran penyebaran.

STATISTIK ANALITIK

Dalam statistik analitik, diperlukan berbagai macam uji hipotesis. Uji hipotesis yang sesuai akan membawa kita pada pengambilan kesimpulan yang sahih.

Tabel 1  menunjukkan berbagai macam uji hipotesis yang dapat dipilih oleh peneliti untuk menjawab hipoteisis penelitian. Peneliti dapat berpedoman dengan tabel tersebut, sehingga uji hipoteisis yang dipilih benar-benar dapat menjawab hipotesis penelitian dengan benar.

uji hipoKeterangan tabel 1:

  1. Uji dengan tanda * merupakan uji parametric
  2. Tanda panah kebawah menunjukkan uji alternatif jika syarat uji parametrik tidak terpenuhi
  3. Uji hipotesis komparatif numerik, perlu diperhatikan banyaknya kelompok.

Refference

Dahlan, Sopiyudin. 2004. Statistik Untuk Kedokteran dan kesehatan. Cet 1. Arkans, Jakarta.

(By Yetti Wira Citerawati SY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s