CARA MENGHITUNG CAIRAN

Air adalah komponen terbesar dari tubuh dan komponen kedua setelah O2 yang penting bagi manusia. Air adalah salah satu dari zat yang penting bagi tubuh selain dari Karbohidrat, Lemak, Protein, Vitamin dan Mineral. Air merupakan komponen utama dari struktur sel, media kelangsungan proses metabolisme serta reaksi kimia tubuh.

Ada berbagai macam cara untuk menghitung cairan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1). Orang dewasa membutuhkan air 1-1,5 ml/kkal (untuk setiap energi yang dikeluarkan), yang berarti 1-1,5 L untuk 1000 kalori (Cakrawati & Mustika, 2012).

2). Hartono, 2006 menuliskan air utk dewasa berkisar 30-40 ml  air/kgBBI

3). Bayi 1,5 ml/kkal atau 150 ml/kgBB.

4). Kebutuhan cairan meningkat sebesar 13% untuk setiap 1 derajat Celcius, kenaikan suhu diatas normal (Hartono, 2006, p 119).

5). Dalam kondisi tertentu :

  • Penderita : Penyakit ginjal /NS/Gagal Hati (Ascites )/Oedema anasarka) –> Dewasa
  • Cairan dibatasi, yaitu sejumlah urine sehari ditambah pengeluaran cairan melalui keringat dan pernafasan (+ 500 ml).

6). Dalam Kondisi Tertentu :

  • Penderita : Penyakit Gagal Ginjal Kronik –> Untuk Anak-anak
  • Jumlah cairan yang diperkenankan adalah sebesar 400 ml/m2/hari+Volume cairan yang keluar (Urin dan muntah)

7). Menurut Charney & Malone, 2009 menuliskan bahwa :

Factor Increase in Fluid Requirement
Fever 12,5% for each 10 C above normal
Sweating 10%-25%
Hyperventilation 10%-60%
Hypertiroidism 25%-50%

8). Dalam Kondisi Tertentu :

  • Penderita : GGA –> Untuk Anak-anak
  • Pemberian cairan berdasar IWL+Jlh cairan yang keluar (urin 1 hr sebelumnya,muntah,dll).Koreksi dilakukan pada setiap peningkatan suhu tubuh 1 derajat Celcius sebanyak 12%.
  • IWL berdasar rumus Gordilla (Caloric expenditure), yaitu :
    1. BB = 0-10 kg = 100 kkal/kgBB/hari
    2. = 11-20 kg = 1000+50 kkal/kgBB/hr   diatas 10 kg
    3. = >20kg = 1500 + 20 kkal/kgBB/hari   diatas 20 kg
    4. Jumlah IWL = 25 ml per 100 kkal. (Suandi, 2011).
  • DAFTAR PUSTAKA
  • Almatsier, Sunita. 2007. Penuntun Diet. Gramedia Putaka Utama, Jakarta (p175-179) (p47-53)
  • Cakrawati,Dewi & Mustika NH. 2012. Bahan Pangan, Gizi dan Kesehatan. Alfabeta,Bandung (p 145-170)
  • Charney, Pamela & Malone, Ainsley M. 2009. Nutrition Assesment. Second Edition. ADA. Chicago
  • Hartono, Andry. 2006. Terapi Gizi dan Diet RS. EGC,Jakarta (p117-120).
  • Suandi. 2011. Diet Anak Sakit: Gizi Klinik. EGC, Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s